Belajar Yuk…!!!

Hasil dari belajar adalah Tindakan, bukan Pengetahuan

Ryan: Pembunuhan Berantai, Media: Pembunuhan Karakter


Kasus pembunuhan berantai yang saat ini sedang booming dibicarakan, membuat sang peran utama dalam drama itu menjadi benar-benar tenar. Siapa yang tak kenal Very Idam Henyansyah alias Ryan?. Orang yang dianggap pembunuh berdarah dingin, yang telah memakan korban 11 orang. Media tak henti-hentinya memuat berita soal pembunuhan berantai yang memakan banyak korban ini. Tragis memang, melihat dan mendengar berita yang cukup menggemparkan seantero jagad pribumi. Kota Jombang pun menjadi kota yang terkenal dadakan sebagai tempat wisata kawasan penimbunan mayat korban Ryan. Tapi siapa yang menjadikan semua ini gembar? Dan si Ryan menjadi tenar? Jawabannya adalah media. Media mampu membangun karakter seseorang tapi kala itu juga media bisa melakukan pembunuhan karakter. Disinilah peran media dalam mempublikasikan berita tentang Ryan membawa dampak besar. Agenda Setting Theory nampaknya telah diperankan oleh media saat ini. Asumsinya bahwa media tidak merefleksikan realitas, namun cenderung membentuk realitas itu. Media mengarahkan kita untuk memperhatikan sesuatu dan mengabaikan yang lain. Disadari atau tidak, popularitas Ryan baik sebagai masyarakat biasa atau tersangka pembunuhan mengalahkan popularitas Artalita atau tikus-tikus lainnya dalam kasus korupsi yang belakangan sempat menjadi pemberitaan.

Media gagal meramu kasus Ryan secara proporsional. Seperti dilansir dari KOMPAS (03/08/08). Dimana berbagai media nasional berlomba-lomba melakukan pemberitaan tentang kasus Ryan yang dikomodifikasi demi memburu rating. Sehingga kontens pemberitaan tak lagi dipedulikan. Bahkan Privacy kehidupan Ryan di expose blak-blakan. Mungkin karena Ryan orang biasa yang tidak mempunyai kekuasaan hukum yang tinggi sehingga seenaknya saja dipublikasian. Seperti yang dilakukan media elektronik tertentu dalam pemberitaannya tentang kehidupan keluarganya pada masa lalu. Pasalnya, Ibu Ryan telah hamil 4 Bulan sebelum akhirnya dia menikah dengan ayah Ryan. Pemberitaannya pun sudah tidak relevan lagi dengan peristiwa kasus yang sebenarnya.

Kasus ini juga berdampak pada perspektif seseorang, wacana yang hadir ditengah-tengah masyarakat mampu mengeneralisir kepribadian Ryan. Kabar bahwa Ryan adalah seorang Homosex/ Gay, membuat masyarakat beranggapan semua kaum Homo itu sekejam Ryan. Katz & Lazarsfeld (1955) dalam teorinya Hypodermic Needle bahwa bagaimana media massa memberikan pengaruh yang besar dalam masyarakat. Media seolah “menyuntikkan” jarum pesan pada audience yang pasif sehingga cepat mempengaruhi mereka dengan pesan tersebut. Kini kasus Ryan menjadi complex, sasaran empuk pemberitaan media ditengah isu lainnya yang mungkin terbungkus oleh kejadian fenomenal ini. Ryan menjadi “laris” dipasaran media.

BiroTrans, 060808/20:04wita

5 Komentar»

  chinatsufujiwara wrote @

Gokil!!!
MANTAP MENTONG!! (bkn kampanye!)
hebat ini anak!!
hidup Ryan,
hidup Homo,
hidup Lesbi,
hidup Cinta,
hidup Jombang,
hidup Jawa Timur,
hidup Jawa,
hidup INDONESIA,
HIDUP SISKA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

HEBAT ini anak!!!

NB :besok,080808 terakhir ya>??? hehehe,…
welcome back my PIMRED!!! ^_^ whats our first project???

  sysca wrote @

i’ll be back….for my new project, BARUGA….em coming….!!!!!!!!

  ranes wrote @

setuju mbak….!!!
mbak ini memang peduli (cie…..)
anaknya sopo toh..?
kok cerdas sekali….
pacarnya sopo toh?
manis sekali ….

(hehe b’canda ji mbak, hanya baris 1,2,3 dan 4 diatas ji yg betul)

  boim…… wrote @

Ass….halo….hai…..mba Syska. Piye kabare? Wuah muantep jg tulisan2 n curhat2nya……..Yah, wapada aja dengan watak n karakter seperti Ryan. Kali aja juga ada di tengah-tengah kita, apakah itu teman, sahabat, atau bahkan dosen, hehehehehehe……..

Tabik

  jimpe wrote @

di mana pun, media berbasis rating. apalagi ryan adalah berita ‘basah’; darah dan mani. jadi tidak perlu heran, sis. mantap tulisannya. ayo, mana yang lain?
salam


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.