Karya jurnalistik adalah mudah bagi orang yang paham ranah jurnalistik. Semudah apakah itu? Ya…semudah anda memahami arti kebenaran dan keuletan. Tapi tampaknya dua kata tersebut tak bisa diartikan secara harfiah saja. Falsafah kebenaran harus dijelaskan dengan rinci tanpa menimbulkan pertanyaan baru yang membingungkan lagi. Namun kata kebenaran sendiri sangat riskan, apalagi bicara tentang paradigma.
Memegang amanah, menjadi pemimpin karya jurnalistik seperti majalah, tentu tidak mudah. Melahirkan media cetak jurnalistik di lingkungan kaum intelektual jelas membutuhkan pemikiran yang kritis. Kritis terhadap segala persoalan yang disuguhkan demikian rapi, sehingga mungkin sebagian orang menganggap bahwa itu hanya birokrasi yang dianggap lumrah. Bukan sekedar menggoreskan pena pemikiran yang mendongeng dan mendayu-dayu seolah membawa si pembaca singgah ke alam bawah sadar yang memang tak pernah realistis. Ini kampus..!! tempat lahir dan terbentuknya pemikiran-pemikiran kritis yang idealis. Jangan lagi takut bersikap idealis, karena justru jiwa idealis itu harus muncul diatas sistem birokrasi yang sok ulet. Ini adalah sebuah karya independensi yang tak lepas dari kebebasan berkarya namun tetap berpegang teguh pada kode etik. Pengolahan issu yang mendalam berujung pada proses investigasi untuk melahirkan fakta yang lebih tajam dan akurat. Issu tidak lagi diolah secara ringan dan tak berbobot. “Apa dibalik apa” merupakan kunci laporan mendalam tentang sebuah peristiwa.
Memulainya dengan komitmen adalah langkah awal yang bijak. Komitmen untuk sama-sama bertanggung jawab membangun kekuatan sebuah karya independensi yang menglobal sehingga majalah ini tak hanya sebagai telur dari program kerja, tapi mendapat kredibilitas contents yang lahir dari goresan pena para jurnalisnya. Namun alangkah baiknya komitmen yang dibangun dipadukan dengan kompetensi atau skill menulis yang dimiliki tiap-tiap jurnalis, sehingga benar-benar lahir karya jurnalistik layak publikasi.
***
Majalah BARUGA merupakan salah satu wadah kreativitas mahasiswa Ilmu Komunikasi dalam menghasilkan sebuah karya jurnalistik. Membawa nuansa unik dan radikal, majalah ini lahir ditengah-tengah komunitas mahasiswa yang sarat akan pengetahuan jurnalistik. Tujuannya pun sangat konkret bahwa ini adalah praktek produksi karya dalam proses belajar. Disinilah lahir jurnalis-jurnalis muda dalam meramu fakta menjadi berita tulis yang layak untuk dipublikasikan dan dikonsumsi khalayak terlebih kaum intelektual akademika.
de@net, 250708/22:09wita
& Komentar
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal
Tinggalkan komentar


ternyata dirimu memang multi talent Mbae, kau jenius…aku mengakui itu
halo.. halo… ada orang?
Menulis adalah gerak menyempurna. dengan tulisan seseorang menghadirkan dirinya dalam jalan menuju kesempurnaan. dalam tulisanmu saya melihat semangat itu.
wah..wah.. wah.. kaya’nya dah cocok ini jadi pimrednya Kompas.
He…..9x
slamat yaa mba, atas terpilihnya dirimu jadi pimred baruga..
smoga baruga smakin kerenn..