”Wartawan itu Bebas”
Berperawakan kecil, kulit sawo matang, dengan baju biru abu-abu bertuliskan Tribun Timur adalah Aprianti Landa. Wartawan koran harian lokal makassar yang memulai karir kewartawanannya sejak tahun 2003. Pagi itu (12/04) Apri (sapaan Aprianti Landa), terbangun dari tidurnya pukul 8.00 wita. Bergegas segera pergi tanpa sarapan untuk melakukan liputan di Jl. A.P Pettarani, liputan tentang lomba akuntansi nasional. Perjalanan yang memakan waktu sekitar 15 menit dari tempat tinggalnya di Jl. Cendrawasih, dia tempuh dengan angkot (pete-pete). Liputan yang menurutnya tidak membutuhkan waktu banyak untuk berada di tempat, Apri berinisiatif untuk pergi ke tempat liputan lainnya di MTC. Rubrik ”mal to mal” adalah rubrik yang mengangkat tentang harga pasar ponsel atau gadget terbaru yang merupakan bagian kerja liputannya di desk ekonomi. Liputan berakhir, Apri ingat akan janjinya untuk membawakan kue Jalangkote pada teman yang telah menemukan dompetnya yang hilang beberapa waktu lalu. Jam tengah menunjukkan pukul 12.00 wita Apri memilih kembali ke kantor Redaksi Tribun Timur untuk menuliskan hasil liputan ”mal to mal”. Tak lupa dia mengecek inbox email untuk sekedar tahu informasi yang telah dikirim kepadanya.
Merasa tidak ada yang perlu dia lakukan di kantor, perempuan yang menyukai kamar sebagai tempat faforitnya ini memilih untuk pulang ke rumah. Pukul 14.00 wita Apri berjalan menuju rumah yang berjarak 300 meter dari kantornya. Jarak yang tidak terlalu jauh bagi seorang Apri dengan keseharian berburu berita dari satu tempat ke tempat lainnya. Kelelahan tampak pada wajah hitam manis ini, dia baru sadar bahwa dirinya belum menyantap makan dari pagi. Sesampainya di kamar tempat kostnya, Apri makan siang. Seusai makan Apri merilekskan tubuhnya yang telah diforsir seharian, namun dia tak mampu memejamkan mata, walaupun terasa berat. Buku bersampulkan pink-hitam diraihnya, Laskar Pelangi, Apri melanjutkan bacaan yang sempat tertunda lantaran kesibukannya sebagai wartawan.
Tak terasa senja telah pergi bersama waktu. Pukul 17.30 wita Apri kembali ke kantor untuk mengkonfirmasi liputan pagi tadi yang sempat dia tinggalkan. Kemudian dia menuliskan dan menyerahkannya pada redaktur. Liputan Apri tidak sampai disitu. Acara yang diadakan oleh salah satu promotor iklan di Hotel Sahid, meminta Apri untuk meliput acara tersebut. Pukul 19.30 Apri tiba di Hotel, walaupun terlihat raut wajah yang tampak lelah, gerakan dan langkah Apri malam itu menunjukkan semangat jurnalisnya. Apri datang bersama temannya, Ikhsan, fotografer yang akan mengabadikan liputannya. Apri duduk bersama wartawan dari media lain. Tampaknya sudah saling kenal. Ikhsan terlihat sangat sibuk memotret moment malam itu. Apri hanya duduk, sesekali dia menghampiri teman se profesi lainnya. Dalam acara seperti ini, Apri tidak perlu menunggu hingga penutupan acara. Karena sifat laporannya hanya seputar tujuan diadakan acara tersebut, dan hal itu bisa dia konfirmasi langsung pada panitia pelaksana. Kesempatan untuk makan malam pun Apri manfaatkan di tengah-tengah acara berlangsung. Acara belum berakhir namun sekitar pukul 21.00 wita Apri dan Ikhsan kembali ke kantor untuk menyiapkan berita dan menyerahkan langsung pada redaktur, mengingat waktu deadline yang mepet dan berita harus terbit besok pagi.
***
Begitulah gambaran aktifitas yang dijalani perempuan yang bercita-cita ingin menjadi istri orang kaya ini. ketika ditanya soal alasan memilih profesi wartawan, Apri mengaku bahwa menjadi wartawan identik dengan kebebasan. ” jadi wartawan asyik, bebas pake pakaian apa saja. Dan saya orang yang tidak bisa tinggal diam.” tuturnya. Ketertarikan Apri akan dunia jurnalis mulai ada semenjak dia menjalani pendidikan S1 nya di jurusan Ilmu Komunikasi Unhas tahun 1999 dengan program studi jurnalistik. Minimnya sarana pembelajaran di jurusan ilmu komunikasi kala itu, membuat Apri berusaha mencari pendidikan non-formal di tempat lain, salah satunya di kota Malang-Jatim.
Perempuan kelahiran Bua-Luwu 29 tahun silam ini, memulai karirnya sebagai waratawan Tribun Timur sejak 2003. Apri menjalani magang selama 6 bulan. Febuari- Agustus 2004 Apri ditugaskan di kabupaten Bone. Kemudian pada september 2004, selama kurang lebih 3 tahun dia kembali ke Makassar dan ditugaskan dibagian desk olahraga. Dan kini Apri yang hobby sekali ditraktir ini berprofesi sebagai wartawan desk ekonomi yang baru dijalaninya januari 2008. Apri berharap peofesi wartawan dapat dihargai secara peofesional.
|
Biodata : Nama : Apriani Landa Panggilan : Apri TTL : Bua-Luwu, 23 April 1979 Alamat : Jl. Cenderawasih Profesi : wartawan Tribun Timur Sekolah : SD-SMP di Bua SMA 1 Palopo Ilmu Komunikasi Unhas Pengalaman organisasi : Pramuka Unhas Fotografi Unhas PMKO Sospol Hobby : ditraktir Cita-cita : Ingin jadi istri orang kaya Makanan faforit : sambel terasi, sayur bening, ikan bakar plus nasi putih Minuman faforit : Air putih Warna faforit : Biru, putih dan hitam Tempat faforit : Kamar
|
& Komentar
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal
Tinggalkan komentar

mbak, itu kak apri angk 99 ya?
salamku nah,kalau ketemu
Mba, bisa minta no hp apri n alamat emailnya? sy tman angkx
Thank’s
hai apri menari membaca profil kamu. Yah, begitulah klu jadi wartawan………
hiiiiiiiiiiiiiii
masih sering minum cucu kan?
biar ceppppet gede gitu deh
eh……..karir perlu tpi merid dulu deh
pri, ingat manca, miang edhir n all pramuka UH crew
sukses dehhhhhhhhh
KERJA—–KERJA—-AYO KITA KERJA—–, MANTAP TAUWWA LINCAH & JENIUS. LETS GO TO THE STAGE……………….END ACTION.