hari ini…penampilanku sedikit berbeda (tapi untuk 1 hr ini saja). feminim…hihihi… ternyata gak kalah manis dari biasanya. dibalut long dress made in “cakar”, dengan paduan warna yang manis (ijo, orange, cream), sepatu plastik yang rada pasaran juga membalut kakiku yang indah, walau betis terlihat sedikit besar, ayunan langkangku menyamarkannya. tak lupa aku menutup bagian lengan dengan kardigan hitam, karena aku tak mau terlihat sexy dengan kekekaran lenganku… sungguh banyak yang memujiku…(entah pujian belaka atau apa adanya..???). percaya diriku bertambah.
ditengah berjibunnya tugas kuliah, aku menyempatkan diri menitip angan pada kenikmatan. ajakan hangout teman menjadi pilihan. ditemani dua orang teman (benu n congling), aku meninggalkan sangkar. wah….terasa kepenatan tehempas sejenak, keindahan alam buatan memanjakan pikiran yang mulai lelah. aku terhibur…scene-nya begitu lucu. sungguh… DIA memberikannya padaku, kenikmatan dunia yang terbungkus haru. akhirnya aku dan congling terpisah. benu ikut bersamaku,dia hendak bermalam di sangkarku.
malam itu…rembulan tampak ragu. seolah memberi isyarat air matanya ‘kan jatuh. aku tak menghiraukannya. biarkan kenikmatan tadi merasuki hati. aku berlalu…bersama benu. 1…2…angkot ku tumpangi, perjalanan kami seolah tak mau berhenti. kami belum akan singgah ke sangkar. ada suatu urusan yang harus terselesaikan, harussss…malam ini…. 120 menit berlalu, tidak terasa bagiku, tapi bagi benu??? aku tak tahu. kitapun hendak kembali ke sangkar, kini bukan hanya aku dan benu. si rika, si kalem, si madam dan si ibu pembangunan (smiling jenderal) ikut bersama. satu angkot saja sudah terasa sesak. seperti biasa angkot serasa milik kita ber-6, obrolan kami memecah keheningan malam dalam angkot. sayang tujuan dua dari keenamnya berbeda, aku termasuk pada keenam itu. kita hampir sampai, 1 angkot lagi. tiba-tiba………………
yeah….air matanya tumpah. deras sekali.. aku dan yang lain tertegun lugu. “kita terjebak…astaga…!!!” angkot mulai merapat, menandakan tujuan kita dekat. bushet… tangisnya tampak menderu. kita berteduh di teras jasa internet. tak ada guna, airnya menipis kain yang membalut kami berempat . padahal tinggal satu langkah lagi kami sampai. langit seolah tak peduli dengan harapan dan kecemasan. dia tetap menderu, bahkan semakin keras. “taxi…taxi…”, teriakan si benu memecah keheningan malam ditengah tangisnya. tak satupun taxi mendekat. “pak..angkot pak…”, nihil… kepasrahan tampak pada tiap-tiap wajah dara. akhirnya… kami menembus badai tangisan sang penyangga. menyeberangi jalan poros yang padat kendaraan. “horeee….!!!” seru kami bahagia, seolah mendapatkan segepok emas, kecemasan kami terobati. sekali lagi angkot yang sepi…hanya kami berempat. sayang…..tangisnya tak reda seolah memang enggan untuk reda. padahal seturun dari angkot terakhir, perjalanan menuju sangkar harus ditempuh sekitar 300meter lagi. ougrrrrrrrrrrr……. benu tampak berseru, menyesal, gelisah dsb, berkecamuk dalam dirinya. tak hanya dia, aku pun begitu. namun penyesalan tampaknya tak menyelesaikan masalah, aku sadar itu.
dibawah tenda coklat dengan penyangga 2 buah kayu, aku berteduh. benu dan aku dalam bisu. sama-sama mengharap hujan reda dengan segera. dua lelaki disampingku pun begitu, membisu… tak ada sepatah-duapatah kata pun terlontar malam itu. kami tak mau mengalah untuk hujan, biarkan… kami tak mau basah. akhirnya si smiling jenderal membawakan payung, lumayan besar, muat untuk dua dara perawan sepertiku dan benu.
tapi….lapar kini melanda kita. sepotong ayam dan ikan ku bawa pulang, untuk kita santap di sangkar. sudah kita bayagkan betapa lezatnya makanan itu… bercampur kelelahan dan kebasahan. aku melihat wajah manyun benu dengan menenteng sepatu sporty-nya yang tak rela untuk basah. kaki kecil nan bengkaknya diganti oleh sandal pinjaman milik si mabok. karena malam itu si mabok terpana oleh ke-kuyub-an kita…
hufzzzzz….. seratus langkah aku menyusuri sangkar, dannnnnnnnn………
akhirnya sampai juga….
segera ku hempaskan kelelehan, kebasahan, kelaparan,dan kejengkelan bersama santapan ikan yang lumayan menghibur lidah.
satu bantal untuk ku dan satu guling untuk si benu, cukup…!!!
untung…aku ditemani mimpi yang seruuuuu….
si benu????? aku tak tahu….???? tanyakan saja padanya….!!!!
jalanan hampa,
210408/ oneday